
Klub Inggris Manchester United secara resmi membatalkan kunjungan ke Jakarta dalam rangkaian tur Asia setelah terjadi ledakan bom di hotel tempat mereka menurut rencana akan menginap. Dalam pernyataan resmi Tim “Setan Merah”, Jumat (17/7) juga disebutkan mereka sangat kecewa harus membatalkan pertandingan di Jakarta.
Juara liga utama Inggris itu semula akan bermain melawan tim Indonesia “All Star” pada Senin (20/7) di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Selain Indonesia, mereka juga akan berkunjung ke Malaysia, Korea Selatan dan China. Tim tersebut membatalkan perjalanan itu setelah bom meledak di dua hotel di Jakarta pada Jumat pagi yakni di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di pusat bisnis di Jakarta.
“Memang sedikit mengejutkan bagi kita semua. Kami baru saja menerima berita ini saat kami mendarat (di Malaysia),” ujar pelatih klub Inggris itu, Alex Ferguson, pada suatu konferensi pers di Kuala Lumpur.
“Tidak ada solusi lain apa pun karena kami harus memberi perlindungan kepada para pemain kami. Oleh karena itu ini adalah keputusan yang tepat,” ujarnya. Menurut pernyataan klub tersebut, United merasa kecewa harus membatalkan pertandingan di Indonesia itu.
“Menyusul terjadinya ledakan bom di Jakarta-- yang salah satunya terjadi di hotel tempat tim kami akan menginap --dan berdasarkan atas anjuran yang diterima, pimpinan kami telah memberitahu asosiasi sepakbola Indonesia bahwa klub Manchester United tidak dapat melaksanakan pertandingan di Jakarta pada tur Asia 2009,” demikian isi pernyataan resmi dari MU itu.
“Kami sungguh sangat kecewa tidak dapat berkunjung ke Indonesia dan terima kasih kepada asosiasi sepak bola Indonesia dan para penggemar kami atas dukungan mereka. Rasa simpati yang mendalam kami sampaikan kepada mereka yang menjadi korban ledakan tersebut,” kata pernyataan tersebut.
Pukulan Berat
Secara terpisah Ketua Panpel Lokal (LOC) Tur Manchester United (MU) Agum Gumelar dari Jakarta membenarkan MU secara resmi telah membatalkan kunjungannya ke Indonesia untuk menghadapi pertandingan persahabatan melawan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada 20 Juli mendatang. “Kami sudah menerima secara resmi surat MU melalui kedubes mereka di Jakarta soal pembatalan kunjungan,” kata Agum.
Lebih jauh Agum yang juga mantan Ketua Umum KONI Pusat itu mengatakan bahwa batalnya kunjungan MU ini merupakan pukulan berat bagi pecinta sepak bola di Indonesia termasuk panitia penyelenggara.
“Ini pukulan berat.. tapi apa daya,” katanya. Disinggung soal kerugian atas batalnya kunjungan MU ini, Agum menegaskan pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara rincin. Soal tiket yang sudah dibeli calon penonton, Agum menyatakan, pihaknya akan menyelesaikannya.
“Panitia akan menyelesaikannya termasuk soal tiket. Apalagi tiket sudah terjual semua,” kata Agum didampingi John Merrit dari Proevent, promotor Tur MU ini. Agum juga menyebutkan kegiatan ini ada yang diasuransikan, namun ada juga sebaliknya. Pada kesempatan itu, Agum juga menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada korban dan keluarga yang menjadi korban akibat ledakan bom tersebut.
Sabtu, 18 Juli 2009
MU Gagal ke INA
Diposting oleh lillahi Rabbi di 21.23
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar